Gunungkidul – Badan pengawasan obat dan makanan (BPOM) Yogyakarta mengadakan sosialisasi edukasi obat dan makanan dengan peserta masyarakat umum dan tokoh masyarakat yang dilaksanakan di Joglo Kuliner Omah Godong Kelor Karangmojo, Jumat (4/3).
Sosialisasi tersebut turut di hadiri Anggota DPR RI komisi IX Fraksi PKB H.Sukamto, SH dan Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta.
Pentingnya komunikasi informasi dan edukasi (KIE) obat dan makanan kepada masyarakat baik selaku produsen maupun konsumen sehingga keduanya dapat memahami pentingnya produk makanan sehat.[PIC2]
Triati Setyarini dari Balai POM Yogyakarta menyampaikan kepada produsen diharapkan dapat menjamin produknya aman dan bermutu sementara masyarakat umum selaku konsumen mampu mengawali dengan keamanan pangan dilingkungannya dan menjadi konsumen cerdas.
Bupati H.Sunaryanta mengapresiasi peran BPOM dalam kegiatan KIE ini
“Atas nama pemerintah mengucapkan terimakasih dengan dilaksanakan sosialisasi yang menyasar langsung masyarakat khusunya pelaku UMKM” kata Bupati.
Menyadari masih banyak makanan yang di jual di luar belum semuanya sehat.
” Masih banyak jenis makanan yang belum semuanya sehat, karena masih ada yang menggunakan bahan bahan pengawet kimia, seperti boraxs” terangnya.
“Kesehatan terutama makanan sangat penting terlebih di era pandemi seperti ini, yang harus di imbangi dengan makanan sehat, olahraga dan lainya” pesan Bupati.
Sementara itu Anggota DPR RI komisi IX Sukamto SH, menyampaikan pesan tentang pentingnya kesehatan makanan yang aman , dengan keamanan pangan maka, masyarakat juga di jamin kesehatanya.
Disamping itu di masa pandemi juga di himbau kepada masyarakat terus mengingkatkan dan memperhatikan tentang melaksanakan disiplin prokes.
Selanjutnya Sosialisasi yang disampaikan langsung kepala Balai POM Triati Setyohartini, menginformasikan produk olahan Gendar, jenis makanan puli masih banyak kalangan masyarakat menggunakan bahan borak atau bleng, sementara bahan tersebut dapat di ganti dengan bahan aman seperti kanji.
Bahan pengganti tersebut selain renyah dan hampir sama hasilnya, serta rasanya lebih enak.
Dalam sosialisasi tersebut juga di sampaikan bagaimana pemanfaatannya, baik dari segi bahan seperti apa dan cara pembuatannya sebagai bahan pengganti bleng dari kanji.
Di tambahkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pendampingan KIE akan dilakukan terus menerus untuk melindungi masyarakat mengkonsumsi makanan aman.
Masyarakat selaku konsumen harus mengawali dari keamanan pangan.
Sedangkan obyek keamanan pangan dan obat yang diawasi meliputi produk obat, pangan, kosmetik, produk komplemen kesehatan, rokok dan obat tradisional.
Pengawasan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi juga pelaku usaha yang menjamin produk aman dan bermutu, pungkasnya
Hadir dalam kegiatan Sosialisasi tersebut Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PKB H.Sukamto, Bupati H.Sunaryanta, Panewu Karangmojo Marwatahadi, Lurah, tokoh masyarakat dan pelaku UMKM.

