Gema Kemerdekaan di Alun-alun Wonosari, Wayang Milenial dan Semangat Gotong Royong Warga Gunungkidul

Gunungkidul – Alun-alun Wonosari mendadak berubah menjadi lautan manusia. Malam itu bukan sekadar perayaan biasa, melainkan puncak dari rangkaian panjang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Bangsa Indonesia di Kabupaten Gunungkidul, Sabtu, (29/8/2026). Di bawah langit malam, masyarakat berkumpul untuk menyaksikan perpaduan harmonis antara tradisi, modernitas, dan semangat kepedulian sosial yang kental.

Puncak acara malam itu dimeriahkan oleh pagelaran “Wayang Milenial” yang dibawakan oleh Kanjeng Raden Aryo Ki Haji Gunarto Guno Talijendro, SH, MM. Sosok dalang ini dikenal unik karena bahasanya yang komunikatif, modern, dan sangat mudah dipahami oleh generasi muda atau kaum milenial.

Reputasi Haji Gunarto tidak main-main. Ia merupakan duta budaya Indonesia yang telah melanglang buana ke Amerika Serikat, Jepang, hingga Eropa. Bahkan, ia pernah tampil di markas besar FAO PBB di Roma, Italia, dan dijadwalkan akan pentas di Universitas Wellington, New Zealand, pada Oktober mendatang. Malam itu, ia membawakan lakon “Tumuruning Wahyu Kawicaksanaan” dengan seluruh biaya pementasan, tim sinden, hingga hadiah tambahan yang dibawa langsung oleh timnya.

Suasana semakin meriah saat panitia mengumumkan ketersediaan 2.026 porsi makanan dan minuman gratis dari UMKM lokal untuk seluruh warga yang hadir. Selain itu, terdapat deretan hadiah menarik yang dibagikan, mulai dari satu buah sepeda motor, lima buah televisi, lima buah ponsel, hingga sepuluh unit sepeda.

Kegembiraan ini tak lepas dari peran serta para donatur, termasuk jajaran perangkat daerah, BUMD, dan dunia usaha. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara pribadi bahkan memberikan dukungan sebesar Rp30 juta untuk mendukung pelaksanaan lomba Senam Sicita.

Satu hal yang mencolok dalam perayaan tahun ini adalah besarnya peran Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG), wadah bagi warga Gunungkidul yang sukses di perantauan. Sebagai bentuk kecintaan pada tanah kelahiran, IKG memberikan ribuan suvenir, termasuk 1.800 handuk untuk peserta lomba Sicita, serta sepatu bagi seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Gunungkidul, peserta Jambore Nasional, hingga pemenang lomba paduan suara.

Tak hanya soal seremoni, IKG juga menunjukkan kepedulian terhadap krisis lingkungan dengan meluncurkan bantuan dropping air bersih sebanyak 2 juta liter untuk warga di 15 kapanewon yang terdampak kekeringan.

Malam puncak ini juga menjadi momen penghargaan bagi para juara yang telah berkompetisi sejak akhir Juli. Penyerahan hadiah dilakukan secara simbolis kepada perwakilan Paskibraka, Zulfika Nurfahmi dan Valentina Stev Radisti, serta para pelatihnya.

Pemenang dari berbagai kategori lomba turut naik ke atas panggung, di antaranya, Lomba Sicita, Kapanewon Wonosari berhasil meraih Juara 1 dan membawa pulang piala bergilir serta uang pembinaan sebesar Rp10 juta.

Selanjutnya, Lomba Baca Puisi Auni Azaya Kaisara dari SMPN 1 Saptosari meraih Juara 1, dilanjutkan Lomba Mewarnai Sinta Nada (Juara 1 kategori PAUD) dan Aksara Naja Arkatama (Juara 1 kategori TK).

Selain itu juga digelar lomba Cerdas Cermat Anti-Korupsi SD Negeri Playen 1 keluar sebagai yang terbaik, Kebersihan Lingkungan, KPK Kali Kluwih Dungbuni meraih Juara 3.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan sebagaimana pesan Bung Karno bahwa kemerdekaan adalah hasil usaha persatuan rakyat yang dikerjakan tanpa henti. Perayaan ini bukan sekadar pesta, melainkan pengingat bagi seluruh warga Gunungkidul untuk terus bergandengan tangan atau golong gilig demi mewujudkan Gunungkidul yang maju dan sejahtera.

Leave Your Comment

Logo Radio
Logo LPPL Radio Swara Dhaksinarga LPPL Radio Swara Dhaksinarga