Gunungkidul – pembangunan. Kantor klasis GKJ Gunungkidul Wiladeg resmi di bangun dengan di tandai peletakan batu pertama oleh Bupati Sunaryanta, Kamis (31/3).
Kantor yang terletak di lahan seluas kurang lebih 800 meter di Padukuhan Kerdon Kalurahan, Wiladeg Karangmojo.
| [PIC2] |
Dibangunnya gedung klasis di wilayah Kerdon ini sebagai bagian kedekatan masyarakat, segala masalah dapat di atasi dengan udar prasangka yang dapat di jalin dengan pertemuan dan perjumpaan, sejauh ini klasis telah melakukan upaya dengan dilakukan melalui beberapa wadah salah satunya sekolah kebhinekaan, sekolah kepemimpinan publik dan lainya, terang Pendeta Kristiono
“Dengan dialog ini di harapkan semua saling memahami sehingga kebersamaan dapat terus berlangsung dan tercipta sehingga tidak ada prasangka-prasangka” katanya.
Terimakasih seluruh perangkat desa dan masyarakat yang menerima dengan kehadiran kantor klasis. Selanjutnya kolaborasi dan dan sinergitas akan terus di dorong, tambahnya.[PIC1]
Keberadaan gedung ini merupakan bentuk keterbukaan yang dapat di gunakan untuk semua masyarakat dalam berkegiatan dan mewujudkan keanekaragaman bhinneka tunggal ika.
Seperti yang di ungkapkan Sukarno “satu untuk semua dan semua untuk satu yaitu Indonesia”, pungkasnya
Bupati Sunaryanta sangat mengapresiasi kegiatan dan pembangunan gedung klasis ini, tentu sangat mendukung.
“dengan seperti ini adalah salah satu usaha bagaimanan membuat suatu jalinan komunikasi” katanya
Dalam kehidupan yang berkebhinekaan, dengan komunikasi akan terwujud kedamaian dan kebersamaan menuju indonesia yang seutuhnya.
Kedepan dalam rangka membangun persatuan dan kesatuan di sisi budaya, akan menggelar kegiatan seni dengan konsep menampilkan seni budaya dari seluruh keyakinan sebagai wujud membangun kebersamaan.
“Kegiatan seni yang saat ini dilakukan namun hanya di konsumsi sendiri, dengan konsep ini dapat di tampilkan dan dapat di nikmati semua lapisan masyarakat” harapnya.
Dalam pembangunan gedung klasis inipun bupati juga ingin berperan dengan memberikan bantuan secara pribadi dengan menyumbang genting untuk pengatapan gedung yang berbentuk joglo tersebut.epmbangunan gedung klasis di tandai dengan simbolis peletakan batu pertama di awali Bupati H.Sunaryanta, Pendeta Kristiono, perwakilan klasis, Panewu dan forkopimpan

