Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gunungkidul bersiap menyelenggarakan perhelatan Geopark Night Specta yang ke-8. Ajang tahunan ini menjadi bagian dari strategi besar untuk membangun Kabupaten Gunungkidul melalui kolaborasi antara sektor olahraga dan pariwisata atau sport tourism guna memperkuat citra “Bumi Handayani” di kancah nasional maupun internasional.
Acara puncak dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 Juli, di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran. Geopark Night Specta merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memaknai status Gunung Sewu sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark sejak tahun 2015.
“Event ini telah berkembang menjadi salah satu dari tiga ajang di Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki standar nasional dan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).” ungkap Antonius Hary Sukmono, selaku Kepala Disparekrafpora

Hary menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya pemasaran potensi kawasan Geopark melalui kreativitas masyarakat. Pada penyelenggaraan tahun ini, pemerintah menargetkan untuk memecahkan rekor MURI melalui penampilan senam kreasi massal “Penthul Tembem”.
Salah satu sorotan utama dalam Geopark Night Specta kali ini adalah peluncuran Senam Kreasi Baru yang masih menjadi kejutan saat puncak acara nanti, Tarian ini diinisiasi oleh Ibu Hj. Badingah dan dikoreografi oleh Instruktur Senam Mariana Subianti yang juga pencipta senam kreasi Penthul Tembem.
Selain inovasi baru, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga berhasil mengamankan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Senam Kreasi Penthul Tembem. Hak cipta gerakan atas nama Mariana Subianti, sementara material topeng Penthul dan Tembem secara resmi telah terdaftar sebagai milik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya persiapan yang matang agar penampilan pada hari pelaksanaan dapat berjalan sempurna, hal tersebut Ia sampaikan saat melihat langsung kegiatan gladi oleh para peserta senam kreasi Penthul Tembeng yang berlangsung di Stadion Handayani, Kamis, (2/7/2026).
Ia mengajak seluruh peserta untuk mengekspresikan kegembiraan selama berlatih dan saat tampil nanti sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya lokal.
“Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk memastikan bahwa kreasi anak-anak Gunungkidul mendapatkan pengakuan di tingkat nasional dan, puji Tuhan, nantinya di tingkat internasional,” ujar Bupati Endah.
Dengan masuknya Geopark Night Specta dalam agenda nasional, diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan Geopark Gunung Sewu.