[PIC1]
Gunungkidul – Kasus antraks yang terjadi di Gunungkidul disikapi Dinas Peternakan Gunungkidul dengan melakukan sidak di beberapa lokasi tempat pemotongan hewan, jumat (3/2) dinihari.
Tim dari dinas perternakan menerjunkan beberapa personil mengecek di beberapa lokasi tempat pemotongan diantaranya Jetis kali suci semanu, Ngebrak barat, Karangmojo, Semin serta Wonosari.
Kegiatan sidak yang di dampingi plt. Kepala Dinas Peternakan Kelik Yuniantoro, S.Sos MM. untuk memastikan kondisi hewan yang di sembelih benar-benar sehat dan aman di konsumsi masyarakat.
Dalam pantauan ini satu lokasi di semanu kedapatan hewan ternak yang di sembelih hatinya mengandung cacing, dan samplenya di bawa oleh personil, namun daging lainnya tetap aman di konsumsi.
Dalam hal ini Kelik Yuniantoro menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan dekontaminasi di dua lokasi pasar hewan siyono dan semanu, sebagai antisipasi awal serta akan membatasi distribusi hewan ternak baik dari maupun luar gunungkidul, sementara di wilayah endemi untuk dilakukan pengawasan ketat.
Sementara itu salah satu jagal Marni mengaku sangat terdampak dengan adanya muncul antraks, harapanya pemerintah bertindak mengatasinya dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat
“Terkait antraks, sehingga masyarakat awam tidak takut memgkonsumsi daging karena daging yang di jual sudah aman, dan telah di periksa peyugas sebelumnya” terangnya
[PIC2]

