Gunungkidul – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, mengajak para petani untuk mulai bertransformasi menuju sistem pertanian modern yang ramah lingkungan guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Sarasehan Temu Warga Sedulur Tani di Dusun Watugilang A, Kalurahan Mulusan, Kapanewon Paliyan, Selasa (7/7/2026).

Dalam sambutannya, Joko Parwoto menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian sekaligus penopang ketahanan pangan di Kabupaten Gunungkidul. Menurutnya, daerah ini memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan sektor pertanian, didukung oleh ketersediaan lahan yang luas, petani yang tangguh, serta budaya gotong royong yang masih terpelihara.
“Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendukung para petani melalui berbagai program. Mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih padi unggul, hingga pupuk bersubsidi,” ujar Joko.
Ia mengungkapkan, komitmen tersebut telah membuahkan hasil positif. Pada 2025, produksi padi Kabupaten Gunungkidul berhasil melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yakni mencapai 299.624 ton gabah kering giling.
“Capaian ini merupakan bukti bahwa kerja keras petani, didukung sinergi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan,” katanya.
Meski demikian, Joko mengingatkan bahwa sektor pertanian ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dampak perubahan iklim hingga fluktuasi harga komoditas pertanian. Karena itu, ia mengajak para petani untuk mulai menerapkan inovasi dan teknologi dalam proses budidaya.
Menurutnya, penggunaan pestisida hayati, pupuk organik, serta mekanisasi pertanian menjadi langkah penting untuk menjaga kesuburan lahan sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.
Selain itu, Joko juga menekankan pentingnya memperkuat kelembagaan petani melalui kelompok tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Dengan kebersamaan, petani dinilai akan lebih mudah mengakses program pemerintah, mengelola lahan secara optimal, serta meningkatkan daya tawar hasil panen.

“Kolaborasi antara petani, pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi kunci dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ujarnya.
Menutup arahannya, Joko mengajak seluruh masyarakat, khususnya para petani, untuk terus menjaga semangat bertani dengan penuh dedikasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Gunungkidul yang lebih sejahtera dan berdaulat pangan.
“Melalui sarasehan ini, mari kita perkuat tekad dan semangat untuk terus berkarya demi membangun pertanian Gunungkidul yang semakin maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.