Wabup Gunungkidul Dorong ASN Berintegritas dan Adaptif, Tekankan Percepatan Penurunan Kemiskinan serta Stunting

Gunungkidul – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menegaskan pentingnya aparatur sipil negara (ASN) membangun integritas, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hal itu disampaikan saat memberikan pembinaan ASN di Aula Kapanewon Ponjong, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun ASN Berintegritas, Profesional, Melayani Sepenuh Hati dan Berorientasi Hasil untuk Mewujudkan Gunungkidul yang Sejahtera serta Indonesia Emas 2045” tersebut dihadiri jajaran pegawai Kapanewon Ponjong.

Dalam laporannya, Panewu Ponjong, Asih triwahyuni, menyampaikan bahwa Kapanewon Ponjong masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia. Jumlah pegawai aktif saat ini dinilai belum memenuhi kebutuhan ideal berdasarkan analisis jabatan, sehingga berdampak pada beban kerja aparatur.

Meski demikian, menurut Asih triwahyuni, keterbatasan tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah kapanewon dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai program tetap dijalankan melalui sinergi lintas sektor bersama instansi terkait.

Beberapa fokus utama yang terus diupayakan meliputi percepatan penanganan stunting, pendataan masyarakat yang belum memiliki dokumen identitas resmi, penurunan angka putus sekolah, hingga penanganan meningkatnya kasus pernikahan usia dini melalui pendekatan terpadu.

“Aspek kolaborasi menjadi kunci agar pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun jumlah pegawai terbatas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menekankan bahwa ASN memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan daerah sekaligus pelayan masyarakat. Oleh karena itu, integritas, profesionalisme, serta budaya kerja yang berorientasi pada hasil harus terus diperkuat.

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam birokrasi untuk menciptakan pelayanan yang lebih cepat, efisien, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, ASN harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai pelayanan yang humanis.

Selain memperkuat tata kelola pemerintahan, Joko mengajak seluruh ASN mendukung berbagai program prioritas daerah, khususnya percepatan penurunan angka kemiskinan dan stunting. Menurutnya, kedua persoalan tersebut memerlukan kebijakan yang tepat sasaran serta kolaborasi seluruh perangkat daerah.

Ia juga menilai pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.

“ASN harus menjadi teladan, mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Dengan semangat integritas dan pelayanan yang berkualitas, kita dapat mewujudkan Gunungkidul yang sejahtera dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” kata Joko.

Melalui pembinaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap seluruh ASN semakin termotivasi meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menghadirkan birokrasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Leave Your Comment

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.