Gunungkidul – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono Ke X, melakukan kunjungan kerjanya di Desa Rejosari, Kecamatan Semin, Senin, (22/07) pagi.
[PIC3]
Di dampingi Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos., beserta jajarannya Kunjungan pertamanya meninjau tapal batas Provinsi DIY dengan Jawa Tengah. Tapal batas tersebut berbatasan langsung antara Kabupaten Gunungkidul dengan Kabupaten Wonogiri yang rencananya pada perbatasan tersebut akan diusulkan pembangunan rest area untuk mendukung perkembangan pariwisata, kemudian dilanjutkan peninjauan produksi keset, kaos batik yang diproduksi kaum disabilitas serta meninjau produksi minuman Sarivera.
[PIC1]
Dalam sambutannya Bupati Badingah, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur yangbtelah berkenan melakukan kunjungannya di Kabupaten Gunungkidul. “Kunjungan Ngarso Dalem ini sangat memotivasi saya bersama masyarakat dalam membangun Gunungkidul yang lebih baik kedepan”.
[PIC2]
Terakhir Gubernur melakukan dialog di Balai Desa Rejosari bersama masyarakat tiga Desa yaitu, Desa Katongan, Desa Pundungsari dan Desa Rejosari.
Gubernur akan menampung aspirasi masyarakat, akan tetapi masyarakat diminta serius melaksanakan usulan-usulan melalui proposal yang diajukan. “Yang terpenting kami minta agar semua serius dan sungguh-sungguh dalam menjalankan program, dan akan berdampak positif kepada waga masyarakat, serta membuat pertumbuhan perekonomian”.
Gubernur juga berharap dapat melibatkan organisasi kepemudaan seperti karang taruna dan generasi muda yang ada untuk mengembangkan potensi yang ada. “Silahkan kembangkan potensi yang ada, tetapi saya mohon ada keseriusan, jangan sampai berhenti di tengah jalan dan libatkan anak-anak muda yang ada,” terang Sultan.
Pada kesempatan tersebut Sultan juga menyerahkan bantuan senilai 30 juta rupiah untuk pengembangan sarana air bersih di Desa Rejosari.

