[PIC1]
Gunungkidul – Bupati H.Sunaryanta membuka secara resmi Pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM di Gunungkidul yang di selenggarakan Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul di Joglo Taman Budaya Gunungkidul Siyono, Playen, Kamis (20/1).
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan PT.Indomarco Prismatama/Indomaret, melaksanakan pelatihan bagi UMKM untuk memberikan peluang para UMKM supaya tetap eksis di masa pandemi covid-19. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para UMKM lebih giat dan inovatif dalam memasarkan produk usahanya.
Kepala Dinas Perdagangan Kelik Yuniantoro, S.Sos,MM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan indomaret.
“dengan pelatihan ini dapat melakukan kurasi yang kebih baik lagi” terang Kelik
Untuk bersaing di pasar modern seperti di indomaret perlu adanya branding, sehingga semua perlu di lakukan uji produk, seperti rasa, kemasan perijinan dan lainnya sehingga produk yang sampai di tangan konsumen di yakinkan aman.
Pemerintah daerah melaui disperindag terus berupaya, sehingga UMKM dapat terus tumbuh dan berkembang.
Disisi lain menyikapi pasar kususnya minyak goreng untuk pemenuhan konsumen pemerintah sudah memesan 4000, yang akan di jual seharga Rp. 14.000 rupiah yang akan di distribusikan kepada masyarakat.
Bupati H.Sunaryanta menyampaikan bahwa dalam mendorong ekonomi kerakyatan, pariwisata,investasi harapanya UMKM dapat bersinergi di pasar-pasar modern dengan produk produk lokal yang berkualitas.
“Karena dengan produk yang berkualitas menjadi kunci berkembangnya produktifitas. Di Gunungkidul produk lokal sangat besar sehingga dengan besarnya produk ini jangan sampai tidak berkembang untuk itu dengan meningkatkan kualitas kontrol dan pelatihan seperti ini harapanya dapat memberikan dampak yang semakin meningkatkan produk dan dapat mengurai masalah-masalah yang selama ini menjadi kendala” terang Bupati
Sementara itu Region Senior manager Indomaret membuka kesempatan seluas luasnya kepada para UMKM untuk memasarkan produk produknya di Indomaret namun dengan aturan yang telah ditentukan, sehingga harapanya para pelaku usaha yang akan memasarkan produknya mampu memenuhi kriteria tersebut.
Dalam pelatihan ini di ikuti 42 peserta UMKM dengan 103 jenis produk yang telah mengikuti kurasi.
Sementara dalam program kurasi ini sebanyak 43 UMKM dengan 111 jenis produk.
Dalam pelatihan ini selain di di berikan bimbingan kiat peningkatan produk juga di serahkan bantuan saddle bag atau tas keronjot.
Dalam kesempatan tersebut Bupati H.Sunaryanya menyempatkan melihat produk produk lokal kurasi di toko modern seperti Indomaret.
Salah satu peserta pelatihan Giyanto dari Kemiri Tanjungsari yang merintis usaha pembuatan tepung mokaf sejak tahun 2018 merasa sangat terbantu, dengan pelatihan ini harapanya dapat memberikan pengetahuan dan ketrampilan sehingga dapat meningkatkan kualitas produknya.
| [PIC2] |

