Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara resmi meresmikan penggunaan Masjid Darul Iman yang berlokasi di Padukuhan Jetis, Kelurahan Ngipak, Kapanewon Karangmojo, pada hari Sabtu, (30/5/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkompim Kapanewon, tokoh agama dari MUI, serta perwakilan donatur dari Arab Saudi.
Pembangunan masjid ini dimulai pada bulan Oktober tahun lalu dan berhasil diselesaikan dengan waktu yang relatif cepat. Total biaya yang dihabiskan untuk pembangunan Masjid Darul Iman mencapai sekitar Rp734 juta. Dana tersebut bersumber dari berbagai pihak, dengan stimulan utama dari Yayasan Al-Musodir Al-Asriah asal Jeddah, Arab Saudi, yang menyumbangkan Rp252 juta untuk bangunan utama.
Karena proses pembangunan yang dinilai sangat cepat dan melebihi ekspektasi, pihak yayasan memberikan apresiasi tambahan berupa dana sebesar Rp40 juta untuk pembangunan menara.
“Hingga saat peresmian, panitia mencatat dana masuk mencapai sekitar Rp511,8 juta, dan sisa kekurangan anggaran diharapkan dapat segera tertutupi seiring penyelesaian detail ornamen dan finishing.” ujar salah satu perwakilan takmir masjid.
Dalam sambutannya, Bupati Endah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warga Padukuhan Jetis. Ia menekankan bahwa meskipun terdapat bantuan dari donatur luar negeri, berdirinya masjid ini adalah bukti nyata semangat gotong royong dan prinsip Berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) yang ditekankan oleh Bung Karno.
“Hari ini Bapak, Ibu seluruh jemaah telah membuktikan bahwa prinsip Berdikari tersebut, dengan berhasil bersama-sama Yayasan dari Jeddah, mampu merampungkan rumah ibadah ini secara baik,” ujar Bupati.

Lurah Ngipak, Bambang Setiawan, menyampaikan harapannya agar Masjid Darul Iman tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kemaslahatan umat sebagaimana fungsi masjid di zaman Rasulullah. Saat ini, masjid tersebut telah digunakan untuk kegiatan Wahana Kesejahteraan Berbasis Masyarakat (WKSBM) guna menyelesaikan masalah sosial dan ekonomi warga, serta sebagai tempat pendidikan TPA dan TPQ.
“Pemerintah Kelurahan Ngipak berharap kerja sama dengan Yayasan Al-Musodir Al-Asriah dapat terus berlanjut di masa depan, dengan target pembangunan masjid di wilayah lain di Kelurahan Ngipak pada tahun 2027.” kata Bambang.
Sebagai bentuk transparansi, panitia pembangunan akan menempelkan laporan pertanggungjawaban keuangan pada papan pengumuman masjid agar dapat diketahui oleh seluruh jemaah dan donatur.
Acara peresmian ini ditutup dengan prosesi simbolis oleh Bupati Endah yang menyatakan Masjid Darul Iman resmi dimanfaatkan untuk kepentingan umat, sembari berharap masjid ini menjadi “oase spiritual” yang memancarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.