Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), memberikan pengarahan strategis dalam agenda pembinaan pegawai PDAM Tirta Handayani, Selasa, (9/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat strategis bagi pembangunan daerah dan kualitas hidup masyarakat.
Plt. Pengurusan PDAM Tirta Handayani, Supriyanto, memaparkan profil terkini perusahaan yang kini didukung oleh 279 karyawan, terdiri dari pegawai tetap, honorer, tenaga harian lepas (THL), hingga tenaga outsourcing.

“Secara administratif, pelayanan dibagi menjadi empat cabang utama yakni Cabang Wonosari, mengampu unit Wonosari, Semanu, Ngelipar, dan Gedangsari, kemudian Cabang Seropan yang mengampu unit Semanu, Ponjong, Karangmojo, dan Semin.” papar Supriyanto.
Selain itu Cabang Bribin, mengampu unit Tepus, Rongkop, dan Girisuko kemudian Cabang Baron mengampu unit Tanjungsari, Saptosari, Paliyan, dan Panggang.
Hingga Juni, tercatat PDAM memiliki 62.528 Sambungan Rumah (SR) yang melayani sekitar 24,17% populasi di 16 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Infrastruktur pipa yang dimiliki mencapai panjang total ratusan ribu meter, mencakup pipa transmisi dan distribusi yang menjangkau pemukiman warga.
“PDAM Tirta Handayani mengandalkan Instalasi Pengolahan dengan didukung oleh 7 unit IPA dan 95 buah pompa serta berbagai titik booster untuk mendorong air ke wilayah elevasi tinggi.” papar Plt. Pengurusan PDAM.

Meskipun memiliki potensi sumber air yang besar, PDAM menghadapi tantangan teknis dan finansial yang signifikan. Selain itu, tantangan geografis menuntut penggunaan energi yang besar untuk memompa air dari sungai bawah tanah ke pelanggan di perbukitan.
Menutup laporannya, Supriyanto menyampaikan bahwa saat ini PDAM tengah fokus pada peningkatan kapasitas produksi untuk mengantisipasi fenomena El Nino dan musim kemarau panjang guna memastikan ketersediaan air bagi masyarakat tetap terjaga.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberikan beberapa instruksi penting untuk mengatasi persoalan tersebut seperti Inovasi Energi, dimana Ia meminta manajemen melakukan riset penggunaan energi terbarukan, seperti solar cell, untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban listrik.
“Melalui program “Geni Sekong Gunung”, Bupati mendorong peningkatan pendidikan bagi karyawan yang masih berlatar belakang SD/SMP agar memiliki daya saing dan keahlian yang lebih baik.” kata Bupati Endah.
Bupati menambahkan, Ia akan bersurat kepada lembaga perbankan dan pihak swasta agar bantuan sumur bor melalui CSR dikoordinasikan dengan PDAM guna menjaga sinkronisasi sistem penyediaan air minum daerah, Bupati menambahkan, Pegawai juga diminta memiliki rasa memiliki (handarbeni) dan respons cepat terhadap keluhan pelanggan tanpa menunggu masalah menjadi besar.
“Keberhasilan PDAM tidak hanya diukur dari angka keuangan, melainkan tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat yang dilayani,” tegas Bupati Endah Subekti dalam arahannya.