Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, melaksanakan kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kapanewon Karangmojo, Selasa, (26/5/2026). Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa jabatan yang diemban oleh para pegawai bukanlah sekadar kehormatan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat dengan cepat, tepat, dan responsif.
Panewu Karangmojo, Krisno Juwoto dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini Kapanewon Karangmojo didukung oleh personel yang terdiri dari 14 orang ASN, serta dibantu oleh P3K, petugas PKH, PLKB, dan pendamping desa. Terkait pengelolaan keuangan, Panewu mengungkapkan adanya tantangan signifikan di tahun 2026, di mana Dana Desa mengalami penurunan hampir 60%.
Meski demikian, anggaran yang ada tetap diprioritaskan untuk tujuh kegiatan nasional, termasuk penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui BLT, ketahanan pangan, penyediaan layanan kesehatan dasar, serta pembangunan infrastruktur desa.
“Kapanewon Karangmojo juga terus berupaya meningkatkan kedisiplinan dan kualitas pelayanan publik melalui Penerapan apel rutin setiap Senin dan Kamis Pon, serta pemantauan ketat terhadap penggunaan atribut seragam lengkap dari tingkat Kapanewon hingga Pamong Kalurahan.” ujar Panewu Karangmojo.

Selain itu, implementasi sistem paraf pada setiap naskah dinas untuk memastikan pengamanan administrasi dan edukasi tata kelola yang baik, Panewu juga memaparkan, Pelaksanaan rekonsiliasi serapan APBKal dan verifikasi opname kas kalurahan setiap triwulan guna mengantisipasi penyalahgunaan keuangan desa.
Dalam inti pembinaannya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengajak para ASN untuk menghayati filosofi Dedication of Life dari Bung Karno. Bupati mengingatkan bahwa sebagai pelayan masyarakat, ASN harus memiliki empati dan ikatan batin (bonding) dengan rakyat yang dilayani.
“Pembinaan ini jangan hanya dianggap sebagai rutinitas administratif, melainkan momentum untuk memperkuat integritas. Kita harus hadir bukan hanya sebagai pelaksana administrasi, tetapi sebagai pemberi solusi bagi persoalan masyarakat,” tegas Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya budaya pemerintahan Satriya dan semangat Pamong Ngelayani, Ngayemi, Ngayomi. Bupati berpesan agar para pegawai terus berinovasi dalam tugasnya dan tidak hanya menunggu perintah, serta menghindari penggunaan waktu kerja untuk hal-hal yang tidak produktif seperti bermain media sosial secara berlebihan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme ASN di Kapanewon Karangmojo dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang prima.