Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menghadiri acara Dharma Santi Kabupaten Gunungkidul sebagai puncak peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948/2026 Masehi yang dilaksanakan di Bangsal Sewokoprojo, Sabtu (18/04/2026).Kehadiran Bupati dalam acara tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terhadap penguatan nilai-nilai toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Bumi Handayani.
Dalam sambutannya, Bupati Endah menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh umat Hindu atas kontribusinya dalam menjaga keharmonisan di Gunungkidul. Ia menegaskan bahwa kegiatan Dharma Santi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum syarat makna untuk mempererat tali persaudaraan serta membangun kerukunan antarumat beragama.
Hal ini selaras dengan tema yang diangkat, yaitu “Saiyek Saeko Kapti Hamemayu Hayuning Bawono”, yang membawa pesan kebersamaan dalam menjaga dan memperindah dunia.
“Keberagaman yang kita miliki adalah kekuatan besar yang harus terus kita jaga sebagai modal utama dalam membangun daerah,” ujar Bupati Gunungkidul.
Ia juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan ajaran Bung Karno mengenai “Trisakti”, khususnya dalam berkepribadian di bidang kebudayaan, dengan berpesan agar umat Hindu di Gunungkidul tetap menjaga akar budaya Nusantara yang kaya akan adat istiadat.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kemajemukan budaya, Bupati memberikan instruksi langsung kepada Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata untuk memfasilitasi ritual-ritual keagamaan dan adat agar masuk ke dalam kalender tahunan serta didukung oleh anggaran kebudayaan.
“Upacara Melasti di Pantai Ngobaran yang diharapkan terus menjadi event tahunan yang memperkuat daya tarik wisata sekaligus spiritualitas daerah.” pungkasnya.
Ketua Panitia Dharma Santi, Iptu Hartato, SH., MM., dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih atas fasilitas dan kehadiran Bupati di Bangsal Sewokoprojo. Ia melaporkan bahwa Dharma Santi ini merupakan penutup dari enam rangkaian agenda besar Nyepi 2026 yang berjalan sukses, mulai dari Merti Gunung, Wanakerti, Melasti, bakti sosial, hingga pawai Ogoh-ogoh.Acara yang berlangsung khidmat ini juga menampilkan tarian klasik seperti Golek Ayun-Ayun sebagai bentuk pelestarian seni budaya Yogyakarta.
“Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap semangat gotong royong dan kedamaian hati yang dihasilkan dari Catur Brata Penyepian dapat tercermin dalam kehidupan sosial yang harmonis bagi seluruh warga.” kata Ketua Panitia.

