Bupati Hadiri Seminar Kajian Sejarah Berdirinya Kabupaten Gunungkidul di TBG

[PIC1]

Gunungkidul – Seminar kajian sejarah berdirinya Kabupaten Gunungkidul yang di selenggarakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul di hadiri Bupati H.Sunaryanta di Gedung Auditorium TBG, Jumat (31/12).

Kisah sejarah merupakan salah satu indentitas sebuah kelompok masyarakat dan wilayah, oleh karena itu pelurusan sejarah menjadi penting agar masyarakat di suatu wilayah tidak kehilangan jati diri.

Disampaikan Rudi Ismanto, MM dari Dinas Kebudayaan mengatakan pelurusan kisah sejarah Gunungkidul merupakan upaya menggali jati diri untuk lebih jauh bagaimana bertujuan agar masyarakat lebih mengenal jati diri mereka dan bagaiamana wilayah tempat tinggal mereka di bangun dan berkembang menjadi seperti saat ini.

Sejarah berdirinya Gunungkidul salah satu bagian DIY secara sistem administratif tidak lepas dari sejarah berdirinya kerajaan mataram kuno yang menguasai saat itu dan hindia belanda, katanya.

Naskah Gunungkidul di temukan dalam sejarah babad alas tanah jawa bagian kasultanan mataram.
Dari sejarah itu berdirinya kab Gunungkidul dapat di pertanggungjawabkan secara ilmiah maka dilakukan penelurusan dan kajian berdasar data dan fakta bersama nara sumber di bidangnya

Di tambahkan bahwa tujuan dilaksanakan seminar kajian sejarah Gunungkidul untuk menjaring informasi dan pengetahuan sejarah bedirinya kabupaten Gunungkidul secara administratif. 

Selain itu dapat menjadi forum pertemuan antara peneliti ilmuaan, pemerhati, penentu kebijakan, pengusaha atau swasta dan pengguna hasil-hasil penelitian serta mendorong kerjasama yang berkecimpung langsung dalam sejarah dan penulisan. Pungkasnya

Bupati H.Sunaryanta dalam arahanya membaca risalah sejarah Gunungkidul ada sedikit pergeseran sejarah awal, tentang waktu khususnya, sehingga dapat di revisi melalui Dinas Kebudayaan. Karena sejarah dinamis maka sejarah dapat terus di perbaiki, sehingga harapannya kajian hari ini dapat menjadi penentu dalam perbaikan baik mengenai hari dan tanggal dalam sejarah gunungkidul, tentu dengan peran dari akademisi dan sejarawan serta pendukung lainya.

Ketua dewan kebudayaan CB.Supriyanto mengatakan sejarah yang bersifat dinamis pada seminar ini lebih pada mengkaji secara administratif sehinga dimana nanti jika memang selaras dari hasil kajian akan di tetapkan melalui SK Bupati,
Di katakan untuk bulan bisa saja tetap bulan mei tetapi untuk tanggalnya bisa berubah.
Harapanya dalam seminar kajian ini dapat selesai.
Tentu hal ini akan melibatkan berbagai pihak untuk sosialisasi kepada masyarakat, karena diakuinya bahwa masyarakat masih banyak yang belum tahu tentang sejarah berdirinya Gunungkidul.

Di sejarahkan oleh salah satu narasumber bahwa sesuai catatan Gunungkidul sesuai perjanjian 13 Mei 1831 menjadi bagian dari kasultanan Yogyakarta.

Hadir dalam acara kajian sejarah tersebut Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta, Wakil Ketua DPRD Heri Nugroho, SS., Asisten III Dra. Siwi Iriyanti, MA, Kepala Dinas Kebudayaan Agus Mantara, MM, para narasumber dan peserta dari pengamat sejarah, MGMP Sejarah , SMP, SMA, MA.

[PIC2]