Gunungkidul – Selesainya pembangunan sarana irigasi air tanah sedang atau dangkal dan dam parit. Bagi puluhan kelompok tani Gunungkidul di resmikan oleh Bupati H.Sunaryanta yang di pusatkan di Balai Kalurahan Wareng Wonosari, Kamis (9/12).
Dalam rangka optimasi lahan pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul terus mendorong sektor pertanian dengan berbagai program.
DPP Gunungkidul melalui Dana Anggaran Khusus (DAK)tahun 2021 membangun irigasi air tanah sedang atau dangkal dan dam parit.
Raharjo Yuwono lebih jelas mengatakan bahwa selain pembangunan sumur irigasi juga untuk pembangunan 2 dam parit yang bersumber dak 2021 ini untuk 21 kelompok tani. [PIC1]
Bupati H.Sunaryanta dalam kesempatan itu menyatakan program -program pemerintah melalui dinas pertanian semuanya terkait dalam pergerakan ekonomi di Gunungkidul. Saat musim kemarau harapnnya tidak lagi kekurangan pangan baik kebutuham pangan manusia maupun pemenuhan kebutuhan ternak berupa Hijauan Makan Ternak (HMT).
Harapannya dengan keberadaan sarana-sarana pengairan yang di lakukan pemerintah dapat terpenuhi dalam meningkatkan produktifitas produk pertanian.
“Semata-mata pemerintah tetap mengedepankan sektor pertanian, peternakan, perikanan, mudah- mudahan ini akan menjadikan satu perubahan ekonomi kedepanya yang lebih baik” kata Bupati.
Dukungan modal sosial kemasyarakat berupa guyup rukun menjadi penting dalam peran berjalanya proses pembangunan di Gunungkidul.
Peresmian tersebut ditandai penandatanganan 21 prasasti serta melihat langsung lokasi pembangunan sumur bur yang berjarak 5 kilometer dari balai kalurahan wareng. Di lokasi tersebut bupati simbolis melakukan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng sebagai rasa ucapan syukur kelompok tani atas selesainya pembangunan sumur bur. Bupatipun juga mencoba untuk melihat besarnya debit air sumur bur kedalaman 60 meter tersebut. [PIC2]

