[PIC1]Kabupaten Gunungkidul sebagai daerah terluas di DIY dengan sebaran penduduk yang tidak merata menjadikan masyarakat di wilayah Gunungkidul memerlukan perlakuan khusus dalam program dan kegiatan pembangunan, sehingga dampaknya lebih nyata dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kabupaten Gunungkidul pada saat ini sudah tidak termasuk lagi dalam kategori kabupaten tertinggal menurut kualifikasi Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, namun demikian prosentase penduduk kategori miskin di Kabupaten Gunungkidul masih menempati urutan tertinggi diantara kabupaten/kota di DIY.
[PIC1]Bertempat di Alun-alun Kota Wonosari pada hari Sabtu tanggal 22 Oktober 2016 waktu pukul 07.30 WIB diselenggarakan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2016. Acara Peringatan Hari Santri Nasional pada tahun ini mengambil tema “ MERAJUT KEBHINEKAAN DAN KEDAULATAN INDONESIA ” Resolusi jihad NU. Kegiatan ini dilaksanakan kerja sama Kemenag Kabupaten Gunungkidul dengan PC NU Kabupaten Gunungkidul sekaligus merupakan apel akbar santri di Kabupaten Gunungkidul.[PIC1]
[PIC1]Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2016 ini kembali menorehkan prestasi dengan meraih Anugerah Kawastara Pawitra dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia DR. Muhadjir Effendi. Penyerahan penghargaan tersebut diselenggarakan pada tanggal 15 Oktober yang lalu bersama dengan 113 Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Indonesia. Upacara penyerahan penghargaan oleh Mendikbud RI dilaksanakan di di Hotel Novotel Solo, Jawa Tengah.
[PIC1]Demikian salah satu poin laporan yang disampaikan oleh Ketua Umum Panitia Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul yang dibacakan oleh Suhartadi Panitia Bulan Dana PMI Gunungkidul pada acara Penutupan Bulan Dana PMI Kabupaten Gunungkidul Tahun 2016 di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Kamis (20/10/2016).
[PIC1]Bertempat di halaman Balai Desa Monggol Kecamatan Tanjungsari, Rabu (19/10/2016) TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2016 resmi ditutup dalam sebuah Upacara Penutupan dengan Inspektur Upacara Dandim 0730/GK Letkol M. Taufik Hanif. Hadir pada upacara penutupan Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos, Ketua DPRD Suharno, SE, Wakapolres Gunungkidul Kompol Vero Aria R, S.IK, Kepala BPMPKB Drs. Sudjoko, M.Si, Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo, S.IP dan Muspika serta perwakilan SKPD terkait serta tokoh masyarakat Saptosari.
[PIC1]Demikian salah satu poin penting yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo dihadapan ribuan warga masyarakat penerima sertipikat dan tamu undangan yang hadir pada acara Penyerahan Sertipikat Tanah Program Startegis Tahun 2016 Oleh Presiden RI yang diselenggarakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI di Lapangan Desa Karangrejek, Wonosari (Senin/10/10/2016).
[PIC1]Hal ini berdasarkan Pengumuman Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah No 09/Pansel/2016 tanggal 17 Oktober 2016 tentang Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul.
[PIC3]Perhelatan acara Jogjakarta Internationale Batik Bennale (JIBB) yang digelar mulai tanggal 12 Oktober 2016 sampai dengan 16 Oktober 2016 memberikan berkah dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Hal tersebut karena Kabupaten Gunungkidul dapat berpartisipasi dengan menjadi salah satu peserta kontestan pada acara JIBB tahun 2016.
[PIC3]Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya mendorong mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir mapun batin. Untuk mewujudkan hal tersebut keberadaan keluarga-keluarga yang harmonis dan tertata dengan baik sangatlah dibutuhkan.
Keluarga sebagai komunitas terkecil dalam masyarakat menjadi sebuah unsur utama dalam membentuk masyarakat itu sendiri, karena keluarga merupakan soko guru dari komunitas masyarakat, baik buruknya keluarga akan berpengaruh terhadap pencitraan kehidupan masyarakat. Dengan demikian pembinaan keluarga dalam kehidupan masyarakat menjadi dasar pelaksanaan program pembinaan keluarga yang sakinah.
[PIC1]Pendidikan memegang peran penting bagi kemajuan suatu bangsa karena pendidikan menciptakan sumber daya manusia yang handal bagi masa depan bangsa yang lebih dinamis, selain itu sumber daya manusia yang berkualitas juga akan mampu memberdayakan sumberdaya yang lain. Maka kunci utama kemajuan dan kemakmuran suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang ada. Disinilah peran utama sektor pendidikan bagi nasib bangsa dimasa yang akan datang.