DIY Perkuat Sinergi Perangi Stunting, Wabup Gunungkidul Hadiri Pra Musrenbang Tematik 2026

Yogyakarta – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto menghadiri pembukaan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026 yang digelar di Gedung Radyo Suyoso, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Generasi Sehat DIY dengan Penguatan Ketahanan Keluarga dan Pemenuhan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal” serta dihadiri berbagai pemangku kepentingan lintas sektor di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Nuri Achadiyanti menekankan pentingnya sinergi strategis antar sektor dalam percepatan penurunan angka stunting. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan evaluasi berbasis data guna memetakan tantangan spesifik di masing-masing kabupaten dan kota.

“Intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran, dengan fokus pada perbaikan gizi ibu dan anak, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta penyediaan sanitasi yang layak,” ujarnya.

Berdasarkan data dan evaluasi, pendekatan penanganan stunting di DIY disesuaikan dengan kondisi wilayah. Kabupaten Sleman dan Bantul lebih menitikberatkan pada langkah preventif, sementara Gunungkidul dan Kulon Progo membutuhkan penguatan infrastruktur layanan kesehatan.

Sementara itu, sambutan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X yang dibacakan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aria Nugrahadi menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa meskipun prevalensi stunting di DIY relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, upaya percepatan tetap harus dilakukan secara terukur, realistis, dan berkelanjutan.

“Penanganan stunting bukan sekadar urusan administratif, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Forum Pra Musrenbang ini juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk faktor ekonomi dan keterbatasan sumber daya.Selain itu, kegiatan ini turut diwarnai dengan pemberian apresiasi kepada daerah yang menunjukkan komitmen tinggi dalam pelaporan data dan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Melalui forum ini, diharapkan lahir rencana tindak lanjut yang lebih konkret dan terpadu, guna memastikan upaya penurunan stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Leave Your Comment