Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secara resmi membuka gelaran Kejuaraan Drum Band Tingkat Kabupaten (Kejurkap) dan Gunungkidul Open Marching Band Championship (GOMBC) tahun 2026. Ajang yang berlangsung pada 29 hingga 31 Mei ini menjadi wadah strategis bagi pembinaan atlet, seni, serta pengembangan karakter generasi muda di Kabupaten Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengurus Kabupaten Persatuan Drum Band Indonesia (Pengkab PDBI) Gunungkidul atas konsistensi mereka dalam menyelenggarakan kegiatan positif ini.
“Bahwa drum band dan marching band bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan sarana untuk menanamkan nilai-nilai penting seperti disiplin, kekompakan, kerja sama, dan tanggung jawab.” kata Bupati Endab dalam sambutannya.
Menurut Bupati, nilai-nilai tersebut dianggap krusial dalam membentuk generasi muda yang percaya diri dan tangguh. Bupati juga memberikan motivasi kepada para peserta dengan mencontohkan kesuksesan atlet drumband terdahulu yang berhasil meraih juara di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dan mendapatkan akses pendidikan di universitas negeri melalui jalur prestasi.
Ketua Pengkab PDBI Gunungkidul, Fajar Ridwan melaporkan bahwa antusiasme peserta pada tahun ini sangat tinggi, terlihat dari lebih dari 400 peserta yang mendaftar untuk seleksi atlet. Kompetisi ini mencakup berbagai kategori lomba, yaitu display, concert, street parade, dan Lomba Baris-Berbaris (LBB).

“Peserta yang terlibat mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/sederajat.” ungkap Fajar.
Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari persiapan panjang menuju Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY 2027 yang akan digelar di Kulon Progo. Sebelumnya, PDBI Gunungkidul telah menorehkan prestasi gemilang sebagai juara umum dengan meraih 6 medali emas, 4 perak, dan 2 perunggu pada PORDA sebelumnya.
“Melalui Kejurkap 2026, pemerintah daerah berharap dapat menjaring bibit-bibit unggul untuk mempertahankan predikat juara umum tersebut.” harap Ketua Pengkab PDBI Gunungkidul.
Kegiatan ini dapat terlaksana berkat sinergi berbagai pihak. Dukungan diberikan oleh KONI Gunungkidul melalui bantuan keuangan untuk pengadaan alat, serta Dinas Pariwisata dan Kesbangpol yang memfasilitasi lokasi latihan serta peminjaman peralatan. Dinas Pendidikan dan kantor Kementerian Agama juga berperan aktif dalam mendorong partisipasi sekolah dan madrasah.
Acara pembukaan secara resmi ditandai dengan pembacaan basmalah oleh Bupati. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meminta dewan juri untuk menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi sportivitas agar hasil kejuaraan benar-benar berkualitas.