[PIC1]
Gunungkidul – Kembali terjadinya kasus antraks di akhir januari, menjadi perhatian serius Pemerintah daerah. Bupati H.Sunaryanta bersama jajaran kepala Dinas terkait, Kementrian pertanian, Balai Verteriner BBPTKL Yogykarta
menggelar rapat koordinasi di ruang rapat Bhumikarta lantai II di Sekretariat Daerah, Senin (31/1).
Kehadiran perwakilan kementerian RI dan Balai Veteriner DIY ke Gunungkidul untuk investigasi terkait kasus antraks di wilayah Gunungkidul.
drh. Hendra Wibawa dari Balai besar veteriner Yogyakarta menyampaikan beberapa hal terkait antraks yang terjadi di dua wilayah tersebut, dari hasil sample positif terjadi antraks. Maka dari itu dalam investigasi ini bertujuan untuk mencari dari mana sumber pertama pencetus antraks.
“kemunculan antraks ini di mungkinan dari faktor lingkungan /Tanah / HMT yang mungkin terkena spora antraks karena dapat bertahan lama dan disaat musim hujan spora dapat muncul kembali dan menempel pada rumput yang diambil warga, untuk itu perlu di butuhkan dekomantinasi” terang Hendra Wibawa
Selain itu, Hendra Wibawa juga menyampaikan bahwa indikasi lain terjadinya antraks adalah dari pembelian ternak yang tidak jelas status kesehatan hewan dari pasar. Harapannya karena spora dapat bertahan lama diperlukan komunikasi informasi dan Edukasi kepada petani ternak dengan tidak memotong hewan yang mati mendadak dan segera di laporkan
Dari hasil investigasi total kematian hewan sebanyak 11 sapi dan 4 kambing, 5 sapi di wilayah Kapanewon Ponjong dan 6 sapi di Kapanewon Gedangsari sementara 2 kambing ponjong dan 2 di Gedangsari.
Untuk kasus di Kapanewon Ponjong berada di Dusun Gombang Pojong namun berbeda RT dari kasus yang pernah terjadi sebelumnya.
Menurut Hendra Penangan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama jika penanganan dilakukan secara cepat sampai tiga minggu.
Dengan kasus yang terjadi di dua lokasi harapanya ada komitmen pemerintah daerah dan masukan-masukan sehingga dapat memberi solusi dalam penanganannya.
Pada kesempatan yang sama Bupati menyampaikan masyarakat untuk tidak kawatir karena obatnya ada, dan langkah selanjutnya perlu dilakukan vaksinasi dan pemerintah daerah akan segera melalukan penangan secepatnya.
Hadir dalam rakor tersebut Bupati H. Sunaryanta, Sekretaris Daerah Ir.Drajad Ruswandono, MT., Perwakilan Nalai Besar Verteriner Yogyakarta, Perwakilan Kementerian., para asisten Panewu.
[PIC2]

