Kasus Covid-19 Varian Omicron Meningkat, Menko Maritim Berikan Arahan Melalui Zoom

[PIC1]

Gunungkidul -Meningkatnya kasus konfirmasi covid varian Omicron di Jawa Bali membutuhkan perhatian lebih serius. Sebagai langkah evaluasi penanganan dan pencegahan meluasnya varian virus Omicron di Indonesia. Menteri Maritim dan Investasi menjadwalkan Rakor melalui Zoom yang di ikuti seluruh Kepala Daerah se Jawa Bali. Meskipun meningkatnya kasus omicron ini di picu Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) namun tidak perlu disikapi dengan kepanikan

Menko kemaritiman dan investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam arahanya menyimpulkan 3 point, Omicron telah menyebar di berbagai negara dunia dan sebagian besar kasusnhatian Indonesia berasal dari pelaku perjalanan Luar Negeri sehingga diperlukan langkah pengetatan untuk mencegah masuknya varian omicron ke Domestik.
Selain itu omicron telah menimbulkan gelombang baru di berbagai negara dunia, dan bukan tidak mungkin dapat mengalami hal yang sama, meskipun vaksinasi dan hasil serosurvey sudah tinggi, masih terdapat 13,6 juta orang di jawa bali belum terlindungi. Untuk itu perlu dilakukan langkah strategis yang sudah diterapkan selama ini dengan diperkuat secara masif penegakan prokes, akselerasi vaksin, penguatan 3T, dan persiapan RS, Obat dan tenaga pendukung.

Dalam kesempatan tersebut juga di sampaikan arahan menteri Kesehatan Budi G Sadikin, Menteri Perhubungan, Kepala BNPB, serta pakar Prof Pandu Riono dan Windhu purnomo FKM Unair,.serta laporan dari para Gubernur.

Dalam arahan tersebut masih sangat diperlukan dan dikuatkan sosialisasi pentingnya prokers kepada seluruh lapisan masyarakat.

Disampaikan oleh Prof pandu Riono bahwa kasus covid-19 varian Omicron ini memiliki kecepatan inveksi,dimana kita harus fokus dengan apa yang harus kita lakukan seperti tracing and testing serta perlunya tindakan mencari orang orang yang belum di vaksin, Karena untuk menghadapi varian omicron ini yang diperlukan adalah kekebalan. 15% atau 41 jutaan orang belum memiliki kekebalan
dan hal ini yang akan jadi korban karena kenaikan kasus, utamanya lansia , orang dengan komorbit, anak-anak dan remaja.Hal ini menjadi tantangan dan perlunya kerja cepat serta penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Windhu Purnowo dari FKM Unair juga menyampaikan bahwa vaksinasi menjadi satu syarat indikator suatu wilayah dalam penerapan level.

[PIC2]

Rakor evaluasi juga di ikuti Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta yang di dampingi Forkopimda Wakil Ketua DPRD, Heri Nugroho, SS, komandan Kodim yang di wakili Kapten Supriyono, Kapolres yang di wakili Hartarto Bagops, Kasat POL PP, Kepala BKAD Sri Suhartanta, Asisten I Dra Siwi Iriyanti.,MA, Asisten II Siti Isnaini Dekoningrum.,S.H, Asisten III Drs Sigit Purwanto,  dan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten.