Panen Raya Benih Jagung Hibrida Varietas RK 457 Bersama Bupati Gunungkidul

[PIC1]

Gunungkidul – Panen produksi benih jagung hibrida varietas RK 457 di hadiri langsung Bupati H.Sunaryanta, Jumat (25/2). Kegiatan pengembangan petani produksi benih tanaman pangan (P3BTP) berbasis korporasi petani tahun 2022 ini bertempat di lahan pertanian tembesi, Ponjong, Gunungkidul dukungan PT Twinn.

Dalam panen ini diperoleh hasil ratusan ton yang langsung dilakukan penimbangan dan langsung dikirimkan ke PT. Twinn. Yang sebelumnya pengiriman perdana panen bibit jagung hibrida di tandai dengan pemecahan kendi oleh Bupati H.Sunaryanta.

Lurah ponjong Arif Alfauzi mengatakan bahwa kunjungan ini tentu bisa membawa berkah dan dengan program kedepan, petani dapat menanam jenis jagung sesuai dengan harapan. Tanaman dari benih ini akan menghasilkan jagung yang lebih berkwalitas.

“untuk pengembangan produksi bibit ini memanfaatkan tanah khas desa yang merupakan komitmen pemerintah kalurahan Ponjong untuk terus mendorong petani milineal untuk lebih menggeliatkan sektor bertani. Meskipun Ponjong surplus air tetapi sebagian wilayah tetap memanfatkan sumur bor dalam pengembangan sektor pertanian” katanya

Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian yang hadir dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi dengan pengembangan bibit jagung, meski dilihat dari hasil masih kurang maksimal, namun pada pemanfaatan benih ini akan menghasilkan hasil yang lebih baik bagus dan maksimal. Dalam hal pertanian Kementerian terus mengawal dari hulu hingga hilir, sehinggal dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bupati H.Sunaryanta usai melakukan simbolis panen benih jagung varietas RK 457, menyampaikan bahwa dengan pembenihan menjadi potensi luar biasa, sektor petanian yang hampir 70 hingga 80 persen di Gunungkidul, harapannya petani selalu mengkases sektor pertanian dan bantuan bantuan dari pemerintah.

“Gunungkidul dengan angka kemiskinan berada di angka 17, jangan di jadikan kekawatiran karena di indeks kemiskinan ini diukur berdasarkan pendapatan dan pengeluaran, sementara di desa masyarakat lebih pada sektor pertanian sebagai produsen yang mana tingkat kehidupan ini petani akan lebih lama bertahan hidup dibanding dengan orang kota” kata Bupati

Di sisi lain IP (Indeks Pembangunan) berada di angka 70 yang artinya sudah cukup tinggi. Dengan partisipasi masyarakat tentu IP akan juga semakin meningkat. Pemda mendorong 3 hal dalam visi misi pembangunan meliputi ekonomi kerakyatan, pariwisata dan investasi. Pemerintah akan tetus melakukan upaya dan intervensi sehingga kesejahteraan semakin di rasakan masyarakat dan pemerataanya.

Hadir dalam acara panen bibit varietas RK 457 ini Bupati H.Sunaryanta, Direktur perbenihan Kementetian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Gunungkidul, panewu Ponjong, Lurah Ponjong, Firkopimpan, perwakilan PT.Twinn.