Paskah 2026: Bupati Gunungkidul Ajak ASN, TNI, dan Polri Perbarui Semangat Pelayanan dan Integritas*

Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar perayaan Paskah tahun 2026 yang melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, hingga pegawai BUMN dan BUMD. Acara yang berlangsung dengan khidmat ini diselenggarakan di Gedung Kesenian Kabupaten Gunungkidul, Jumat, (24/4/2026).

Ketua Panitia Perayaan Paskah, Oneng Windu Wardana, dalam laporannya menyampaikan bahwa acara ini dihadiri oleh sekitar 700 orang undangan yang terdiri dari pegawai daerah, anggota DPRD, kepala sekolah, guru, hingga pamong kelurahan.

“Tujuan utama perayaan ini adalah sebagai bentuk perenungan iman sekaligus sarana memperkuat komunikasi dan sinergi antarlembaga di Kabupaten Gunungkidul.” ujarnya.

Mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” yang diambil dari 2 Korintus 5:17, Oneng menekankan tiga poin utama pembaruan bagi para pelayan masyarakat, yakni Pembaruan Semangat Pelayanan, mengubah mentalitas birokrasi yang lambat menjadi birokrasi yang cepat, ramah, dan solutif.

“Pembaruan Komitmen Integritas dengan menjaga kepercayaan publik melalui kerja yang jujur, transparan, dan akuntabel dan Pembaruan Semangat Persaudaraan dengan Meruntuhkan tembok pemisah antarlembaga untuk berkolaborasi mengatasi masalah kemiskinan, stunting, dan pembangunan infrastruktur.” kata Oneng.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan bahwa kebangkitan Kristus merupakan simbol harapan untuk bertransformasi dari ketakutan menjadi keberanian dan dari sikap acuh menjadi kepedulian.

“Gunungkidul adalah rumah kita bersama yang dibangun di atas keragaman dan dipersatukan oleh nilai toleransi serta gotong royong,” ujar Bupati Endah.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan guna meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.

Bupati juga mengajak seluruh umat Kristiani dan Katolik untuk tidak sekadar menjadi penonton perubahan, melainkan menjadi bagian dari solusi dan menghadirkan harapan bagi sesama. Perayaan ini diakhiri dengan ungkapan syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Gunungkidul.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Gunung Kidul beserta jajarannya, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Kemenag, serta tokoh-tokoh agama dari FKUB. Firman Tuhan dalam ibadah tersebut dilayani oleh Pendeta Daniel Pujarsono.

Leave Your Comment