Gunungkidul – Dinas Kebudayaan Gunungkidul sejak Tahun 2014 memberikan penghargaan kepada pelestari dan penggiat budaya. Pemberian penghargaan kepada pegiat seni dan budaya Kabupaten Gunungkidul tahun 2017, diberikan oleh Wakil Bupati Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H., Sabtu (14/10) di Bangsal Sewoko Projo Wonosari. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada masyarakat Gunungkidul yang secara sadar dan konsisten melestarikan seni budaya daerah, dalam hal ini budaya yang berpegang pada nilai-nilai yang mengakar dalam masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki ciri khas Gunungkidul.
Ada enam kategori pelestari seni budaya yang mendapat penghargaan, yaitu kategori pelestari seni pedalangan, kategori seni karawitan, kategori seni tari tradisional, kategori seni ketoprak, kategori upacara adat dan kategori warisan budaya atau cagar budaya. Dari enam kategori tersebut adalah pegiat seni budaya yang mempresentasikan khasanah kekayaan seni budaya yang berada di Gunungkidul.
Proses pemilihan penerima pelestari dan penggiat budaya Gunungkidul tahun 2017 melalui tahapan yang cukup panjang, namun secara umum penilaian terhadap penerima penghargaan dilihat dari beberapa kriteria, antara lain masa pengabdian calon penerima penghargaan terhadap seni dan budaya di Kabupaten Gunungkidul, konsistensi pelaksanaan kegiatan seni budaya terkait, pengakuan dari lingkungan sekitar, eksistensi terhadap kesenian maupun budaya yang digeluti, serta komitmen dalam melestarikan kegiatan budaya.
[PIC1]Kegiatan penghargaan kepada pelestari dan penggiat seni budaya ini selain dimaksudkan untuk memberikan apresiasi terhadap seniman, juga untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada generasi muda. Dengan harapan kedepan seni budaya tinggalan para leluhur tersebut tetap lestari di masa yang akan datang, serta memberikan spirit dan manfaat bagi masyarakat luas. Enam penggiat seni dan budaya yang menerima penghargaan pada tahun 2017 antara lain; Bpk. Sugiran pelestari dan penggiat seni pedalangan, Bpk. Suranto pelestari dan penggiat seni karawitan, Bpk. Yestrihono Piliyanto pelestari dan penggiat seni tari tradisional, Bpk. Yohanes Ramelan Budi Prayitno pelestari dan penggiat seni ketoprak, Bpk. Cipto Sentono pelestari dan penggiat upacara adat, dan Bpk. Pawiro Sentono pelestari dan penggiat warisan budaya atau cagar budaya. Dari masing-masing pelestari dan penggiat budaya ini akan mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan.
Selain wakil bupati tampak hadir Ketua DPRD Suharno, S.E., Forkompimda Gunungkidul, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Gunungkidul, dewan kebudayaan, dan tamu undangan.
Atas nama pemerintah daerah, Wakil Bupati menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para tokoh budaya yang turut melestarikan kebudayaan yang merupakan warisan leluhur, khususnya budaya seni pedalangan, seni karawitan, ketoprak, seni tari, warisan budaya dan upacara adat. Beliau juga menyampaikan bahwa, “piagam dan uang pembinaan ini adalah wujud perhatian kepada para pejuang budaya yang telah mampu melestarikan dan mengajak mengedukasi kepada masyarakat luas untuk terus nguri-uri melu handarbeni, melu hangrungkebi lan nulat sarira hangraswani”. Juga kebudayaan merupakan alat pemersatu bangsa, yang ditunjukkan dengan daerah yang seni budaya/kebudayaan terus lestari dan berkembang, pasti masyarakatnya pula hidup dengan tentram dan guyub rukun, terangnya. Diharapkan dengan dengan melestarikan seni dan budaya ini, warga masyarakat Gunungkidul tidak mudah terpengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa, dan tetep kukuh bakuh bandhol rompol saiyeg saekapraya memayu hayuning bawana, mahanani ahom ayem tentrem bagyo mulyo saklami-laminipun, pungkasnya.(tim_ikp)