Gunungkidul – Semangat kebersamaan menyelimuti warga Desa Jerukwudel, Kecamatan Girisubo, dalam kegiatan gotong royong pembangunan jalan akses menuju Telaga Wota-Wati, Senin, (4/5/2026). Kegiatan ini ditinjau langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Panewu Girisubo, serta Lurah setempat.
Pembangunan ini difokuskan pada jalan masuk menuju lokasi Telaga Wota-Wati yang selama ini dinilai kurang memadai. Padahal, telaga ini memiliki peran sentral bagi kehidupan masyarakat di empat dusun sekitar, baik dari sisi fungsional, budaya, maupun ekonomi.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menjelaskan bahwa Telaga Wota-Wati merupakan lokasi rutin untuk upacara adat Rasulan atau bersih dusun yang digelar setiap tahun sekali. Salah satu kendala utama selama ini adalah sulitnya akses bagi para seniman atau ‘parogo’ saat membawa peralatan gamelan menuruni tebing menuju tepi telaga untuk pementasan kesenian tradisional Ledek atau Tayub.
“Akses dari atas untuk turun sampai dengan ke tepi telaga itu jalannya tidak memadai, padahal di sini digunakan untuk tarian ledek. Para parogo ini harus memikul gamelan,” ujar Bupati Endah saat meninjau lokasi. Dengan dibangunnya jalan ini, diharapkan prosesi adat dapat berjalan lebih lancar dan memudahkan warga dalam menggelar acara budaya.

Manfaat Pertanian dan Potensi Ekonomi
Selain nilai budaya, Telaga Wota-Wati adalah sumber air penting bagi petani dan peternak untuk memberi minum ternak mereka, khususnya sapi. Tak hanya itu, telaga ini juga memiliki potensi ekonomi melalui kegiatan pemancingan yang dikelola oleh Karang Taruna. Baru-baru ini, Telaga Wota-Wati bahkan mampu menampung lebih dari 100 lapak pemancing.
Pembangunan jalan ini terlaksana berkat perpaduan anggaran pemerintah dengan spirit gotong royong warga. Suyanto, salah seorang warga, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan dana yang diberikan untuk pembangunan akses tersebut. Warga secara aktif terlibat langsung, mulai dari mengumpulkan hingga menggelindingkan batu-batu dari atas bukit menuju lokasi pembangunan.
Bupati berharap kerja sama ini terus berlanjut, mengingat masih diperlukan evaluasi mengenai tambahan anggaran di masa depan agar akses ke Telaga Wota-Wati benar-benar sempurna untuk mendukung pariwisata lokal dan kegiatan ekonomi warga.
Setelah meninjau Jerukwudel, Bupati beserta jajaran melanjutkan perjalanan monitoring gotong royong ke beberapa kelurahan lain, termasuk Tileng, Pucung, dan Karangawen.