Terus Berikan Dukungan Sektor Pariwisata Kelas Dunia, Bupati Resmi Launching Ekosistem Digital

[PIC1]

Gunungkidul – Ekosistem Digital diharapkan tidak hanya mampu menjadi pembangkit ekonomi dan peningkatan PAD Gunungkidul tetapi mewujudkam wisata Gunungkidul mendunia. Hal tersebut disampaikan Bupati H.Sunaryanta setelah melaunching ekosistem digital bersama BPD DIY di pantai Sadranan Sidoharjo, Tepus, Jumat (24/12).

Peran Bank BPD dalam mendukung program program pembangunan terus berkelanjutan dalam peran serta mensukseskan dengan kelengkapan sarana dan prasarana pariwisata dengan diperolehnya prestasi beberapa lokasi wisata di Gunungkidul.

Bupati H.Sunaryanta mengatakan perkembangan teknologi yang terus berkembang memang harus di sikapi dengan pemanfaatan teknologi digitalisasi. Era digitalisasi diharapkan akan terus di kembangkan melihat pergeseran dan trend dari sistem konvensional perlahan harus berubah ke sistem digital. cashless yang saat ini sudah mulai diterapkan harus terus dorong di mulai dari hulu sampai hilir.

“Memang harus mengikuti perubahan digital dengan digitalisasi ini menjadi harapan pemerintah daerah” katanya

Sementara itu Direktur BPD DIY Santosa Rohmad terpisah mengatakan bahwa untuk mendukung program digitalisasi ini selain mengucurkan CSR senilai 1,1 M, juga sekaligus launching ekosistem digital di kawasan pantai sadranan, harapanya dapat lebih terkenal, dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Melihat saat ini pembayaran non tunai menjadi gaya hidup perkotaan sehingga bagi pelaku wisata dan daya dukungnya dan masyarajat di berikan edukasi untuk dapat menerima kanal pembayaran apapun.

“Ekosistem digital diterapkan di semua cabang maupun kantor cabang pembantu dengan mengangkat potensi wilayah tersebut menjadi ecosistem digital” kata Santosa

Asisten II Siti Isnaini Dekoningrum Nurhandayani, SH mengatakan hadirnya BPD dalam rangka kontribusi pembangunan sudah cukup dirasakan dengan beberapa program kerjasama dan bantuan CSRnya yang mana mampu mendorong peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata, UMKM dan pemanfaatan potensi wilayah. Tak lepas dari hal pendukung lain, peran dan dukungan dari panewu dan lurah dalam capaian target pad pariwisata dari 12 M telah terealisasi mencapai 11,5, harapanya di akhir tahun target dapat tercapai.

Hal lain atas dukungan dan perhatian bupati di sektor pariwisata dan menjalin lebih dekat dengan pelaku wisata yang telah banyak mendukung pariwisata gunungkidul.

Peran digitalisasi yang diterapkan di sektor pariwisata ini mampu mewujudkan desa wisata Langgeran desa wisata mendunia dengan dinraihnya UNWTO, Smart Branding pasar digital Ngingrong, Jonge dan Argo Wijil dengan kekhasan masing masing,dan TPKAD Award dengan penggunaan e-Tiketing di tempat Retribusi pariwisata.

“Saat inipun pemerintah terus mendorong dan perlu mendukung edukasi, literasi dan perluasan akses keuangan daerah” terang Situ.

Dalam acara tersebut juga di serahkan penghargaan kepada 3 besar penerima bagi hasil retribusi tempat rekreasi dan olahraga. Untuk kalurahan berhasil meraih paling tinggi mendapatkan retribusi dari sektor wisata meliputi Kalurahan Girikarto,Rp. 565 juta lebih, Kalurahan Kemadang Rp.430 juta lebih dan Kalurahan Girijati Rp. 160 juta lebih serta penyerahan SK ketugasan kepada 21 lurah tentang pemungutan retribusi pariwisata, dan simbolis penyerahan KTA PGRI.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati H.Sunaryanta, Direktur BPD DIY Santosa Rihmad, Kepala cabang BPD Gunujgkidul, Asisten II Siti Isnaini Dekoningrum, SH, Asisten III Drs.Sigut Purwanto, Panewu, Forkopimpan, perwakilan PGRI, perwakilan Pelaku wisata.

[PIC2]